Tahun
2012 hampir berakhir, namun cerita manis industri mobil Indonesia sudah terasa.
Bila di dalam negeri sudah lebih dari 1 juta mobil yang terjual, di tataran
internasional, nama dari Indonesia mulai diadopsi oleh produsen internasional.
Di
pasar domestik, pasar mobil Indonesia telah mencapai rekor penjualan 1 juta
unit di November silam. Ini adalah angka penjualan mobil tertinggi dalam
sejarah.
Di
tataran global, para produsen mobil mulai melirik bahasa Indonesia untuk
dijadikan nama mobil mereka.
Lihat
saja kata Macan yang diambil oleh Porsche untuk nama Sport Utility Vehicle
(SUV) terbaru mereka. Tadinya berbagai kalangan menyebutkan kalau mobil itu
akan dinamai Cajun.
Namun
Porsche dalam siaran pers resmi pada Februari lalu menuturkan Macan dipilih
karena memiliki unsur kelenturan, kekuatan, daya tarik dan dinamika yang
merupakan inti dari mobil terbarunya itu.
“Macan
merupakan kombinasi dari semua karakteristik mobil sport dengan keuntungan
sebuah SUV dan asli dari Porsche,” ujar Executive Vice President Sales and
Marketing of Porsche AG Bernhard Maier ketika itu.
Maier
menambahkan nama Macan itu cocok bersanding dengan Porsche. “Terdengar enak di
semua bahasa dan dialek serta memiliki asosiasi positif,” ujarnya.
Mobil
yang akan menjadi tulang punggu Porsche dan menjadi adik dari Cayenne itu
sendiri pabriknya tengah dipersiapkan, dan tengah memasuki proses pembangunan
body assembly line dan paint shop dengan nilai investasi 500 juta euro.
Pembangunan
pabrik ini merupakan salah satu proyek terbesar dalam sejarah Porsche. Dalam
jangka menengah, Porsche berharap bisa menciptakan 1.000 lapangan kerja baru.
Bicara
mengenai mobil sport, di tahun 2009 muncul nama Madura di merek Lamborghini.
Pemilihan nama Madura yang tercetus pada tahun 2009 itu digunakan untuk mobil
konsep Lamborghini tersebut bukan hanya sekedar pilih nama saja. Madura dipilih
untuk mempertahankan tradisi Lamborghini.
Tradisi
itu menuliskan untuk mobil-mobil Lamborghini selalu menggunakan nama lomba
banteng atau yang berkaitan dengan lomba itu. Misalnya Lamborghini Reventon
yang mengambil nama dari benteng terkenal dari Spanyol yang punya reputasi
membunuh seorang matador.
“Untuk
menghargai tradisi ini, nama mobil konsep itu mengambil nama dari pulau di
Indonesia yang terkenal dengan lomba sapi,” ujar perancang mobil konsep
Lamborghini Slavche Tanevsky dalam pesan elektroniknya di Desember 2009.
Mobil
Lamborghini Madura merupakan proposal untuk mobil hybrid Lamborghini. Jika tak
ada aral melintang mobil ini rencananya masuk tahap produksi di 2016 nanti
meski hingga kini nasibnya belum diketahui.
Lepas
dari Macan dan Madura, ada lagi mobil fenomenal lain yang mengadopsi nama dari
bahasa Indonesia, yakni Suzuki Ertiga.
Nama
Ertiga ini diadopsi dari pengucapan nama mobil konsep mobil tersebut yakni rIII
yang dibaca dalam bahasa Indonesia, Er tiga.
Awalnya
mobil ini dimaksudkan hanya untuk pasar mobil India, tapi Managing Director
& CEO Maruti Suzuki India Limited Shinzo Nakanishi mengakui kalau nama
Ertiga terinspirasi dari bahasa Indonesia.
“Nama
Ertiga terinspirasi dari Indonesia dan saya rasa nama ini adalah nama yang
bagus, mudah diucapkan dan mudah diingat,” jelas Nakanishi juga merupakan salah
satu pelopor pembangunan merek Suzuki di Indonesia ketika berbicara dengan
detikOto di New Delhi awal tahun ini.
Nama
ini pun menurut Nakanishi terdengar bagus dan menarik serta mudah diingat oleh
orang-orang dari negara mana pun. Nama Ertiga itu sebenarnya berasosiasi pada
Er yang berarti huruf R yang memiliki arti ‘Row’ atau baris. Sementara
sedangkan tiga merupakan angka 3 yang merupakan jumlah baris tempat duduk di
kabin mobil ini.
Toyota
dan Daihatsu pun memperkenalkan bahasa sanskerta di mobil murah mereka Agya dan
Ayla. Agya berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti cepat, follow, speed dan
Ayla berarti cahaya. Sejak kemunculannya Agya dan Ayla pun langsung dikenal
dunia.







0 komentar:
Posting Komentar